Sabtu, 24 Oktober 2015

teknologi pengolahan garam secara konvensional dan modern


Garam, produk olahan pangan. Pada hari rabu (21/10) Universitas Trunojoyo Madura mengadakan kuliah tamu bertemkan “teknologi pengolahan garam secara konvensional dan modern’ membahas tentang proses pengolahan garam dan mendiskusikan proses pengolahan garam yang kurang maksimal di Indonesia. Ditampilkan dalam bentuk video sebagai pembuka, sejarah masuknya pabrik garam yang dikenalkan bangsa portugis, penamaan-penamaan perusahaan garam akibat seringnya pergantian kepemilikan perusahaan. 

Proses pengolahan yang panjang ditampilkan pada video yang didesain ensiklopedi dan mudah dipahami. Dari tahap awal pengambilan air laut sebagai sumber garam, penjemuran, pengankutan garam dari meja tuah menuju penimbangan, pengankutan dengan alat berat, dan pengolahan garam menjadi produk dalam kemasan. Pemateri dari PT Garam (Persero) menjelaskan proses pengolahan garam yang sangat kompleks. 

Memaparkan lokasi lahan produksi, dengan empat unit produksi tersebar di Madura. Pegaraman I Sumenep, Pegaraman II Pamekasan, Pegaraman III Sampang, Pegaraman IV Gresik Putih. Lahan Pegaraman I Sumenep merupakan yang terbesar, diujung pulau, dengan lahan kurang lebih 2500 hektar. Penjelasan selanjutnya produk yang dihasilkan. Tiga garam bahan baku, penilaian berdasarkan warna pada garam, dengan garam bagus hingga kurang bagus. Jenis premium, prima 1, prima 2, prima 3. Garam olahan merupakan hasil dari proses lapangan. Jenis garam olahan PT Garam, halus karung, top grade salt, high sofat, kasar kemasan, lososa, bittern, dan halus kemasan. Jenis olahan garam melalui tes laboratorium, kemudian dibagi menjadi beberapa jenis. Penjelasan pelabuhan khusus, merupakan pelabuhan yang menggunakan sistem pintu air pasang surut air laut untuk mendapatkan sumber garam. Dengan bentuk yang berbeda beda, disesuaikan dengan bentuk lokasi lahan. 

Teknik proses pembuatan garam meja tanah dan geomembrane. Sumber garam, air laut, air danau asin, deposit alam tanah, sumber air garam. Kunci membuat garam adalah baumemeter dan refraktometer. Baumemeter, alat untuk mengukur berat jenis cairan dalam derajat Be. Refraktometer, alat ukur konsentrasi bahan terlarut. Kunci kedua membuat garam adalah tabel pasang surut air laut, berdasarkan tanggal dalam satu bulan dan jam dalam satu hari. Pada satu hari pasang surut air laut mengalami perbuahan hitungan jam. Pasang terbesar pada jam 23 tanggal 5 bulan pertama, mengalami pasang laut maksimal, PT garam akan memerhatikan sistem pintu air di pelabuhan. Flow diagram garam proses produksi garam bahan baku, menggambarkan air laut tuah (penampungan) mengalami proses peminihan (menguap) memisahkan membentuk petak-petak persegi sebelum mengkristal. Meja kristalisasi hingga menjadi garam. Pikul garam meja penjemuran menuju timbunan garam di penjemuran, cara mengukur berat garam besaran ton, dengan membentuk gunung trapezium garam. Menggunakan alat berat sebagai pengangkut gunung trapezium garam, sebelum menuju distribusi pengolahan garam siap kemas.
by: Septian Anugraditya

0 comments:

Posting Komentar